Orang Tua Asuh Untuk Herdian

Palembang, Media Desa.
Urung transfusi darah, Herdian bocah penderita Thalaessemia digendong Emaknya keluar meninggalkan RSUP Mohamad Hoesin. Datang ke Media Desa ia menunjukkan surat rujukan berobat gratis dari Dinas Kesehatan Ogan Ilir tertanggal 13 Mei 2010. “Ini sudah tahun 2011 jadi surat rujukan berobat ini harus diperbarui,” kisah Soba menirukan pesan petugas Rumah Sakit. Aturan harus ditegakkan, walau sementara Herdian tampak pucat dengan nafas yang tersengal, khas kondisi Herdian ketika mendekati masa wajib transfusi darah.

Wajah lelah ibu Herdian, namun harus tetap berjuang untuk anaknya. Entah sampai kapan, yang pasti ia berharap dapat membahagiakan Herdian di sisa umurnya.

Herdian tinggal didusun Ulak Baru atau dusun III desa Pulau Kabal kecamatan Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir. Namun dusun tersebut diklaim pula sebagai wilayah dusun II desa Mulia Abadi kecamatan Muara Belida kabupaten Ogan Ilir. Katakanlah sebagai Sengketa Perbatasan. Namun unik, kedua Pemkab berebut tapal batas namun tak pula berebut melayani masyarakatnya. Beberapa penduduk ditemukan penyakitan: Kusta, lumpuh, gizi buruk, meningokel dan hernia.

Tak pula Ogan Ilir dan tak pula Muara Enim. Ulak Baru ber Status Quo, sampai nanti turunnya SK MENDAGRI tentang tapal batas Ogan Ilir dan Muara Enim.

“Status Quo semestinya tak berpengaruh pada layanan kesehatan,” ungkap Priyadi salah seorang staf Dinas Kesehatan Ogan Ilir. “Upaya kami telah maksimal, koordinasi dengan Yankes Jakarta menetapkan bahwa layanan kesehatan di dusun tersebut merupakan tanggungjawab Dinkes Muara Enim. Namun apakah dilapangan diterapkan atau tidak kami belum tahu. Yang pasti siapapun yang datang kepada kami pasti akan dilayani,” jelas Priyadi lebih lanjut.

Apapun kebijakan Pemerintah, yang pasti saat ini Herdian mengalami beberapa kesulitan antara lain akses menuju Rumah Sakit yang jauh. Untuk menuju Pos Kesehatan Desa saja Herdian mesti menempuh perjalanan sepanjang 6km melintasi sungai- sungai, belukar dan rawa- rawa, berjalan kaki dan naik sampan. Sementara setiap 3 minggu sekali Herdian wajib transfusi darah seumur hidup!

Anda dapat membantu Herdian.

Solusi yang kami inginkan adalah adanya Orang Tua Asuh bagi Herdian. Ini demi kecukupan Gizi Herdian dan akses yang lebih mudah ke Rumah Sakit.

Sementara ibu Herdian pun berharap: “Dimana Herdian tinggal nanti bersama orang tua asuhnya nanti jika ada, saya siap pula tinggal disitu sebagai Pembantu Rumah Tangga, agar turut serta dapat menjaga Herdian,” ungkap Soba ibu Herdian.

Andakah calon Orang Tua Asuh Herdian? Atau mungkin ingin membantu Herdian menurut solusi Anda sendiri?

Hubungi kami melalui admin blog ini:
KERTANING TYAS
Kontak 085764639993

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s