KKDOI Aktif Kawal Herdian, Siapa Sih Mereka?

Ogan Ilir [MEDIA DESA], Berkoordinasi dengan Media Desa KKDOI cepat tanggap turun ke Ulak Baru, sebuah dusun kediaman Herdian balita penderita Gizi Buruk di Ogan Ilir, dan sejak itu KKDOI aktif mengawal Herdian dari mengurus pengobatan ke Rumah Sakit hingga kini ketika Herdian dirawat di Sekretariat Yayasan Puspa Indonesia. Bersama KKDOI pula dengan tiba- tiba Herdian menjadi headline di sejumlah surat kabar dan Media Massa. Siapa Sih KKDOI?

KKDOI atau Komite Komunitas Demokrasi Ogan Ilir merupakan wadah alumni peserta Sekolah Demokrasi Ogan Ilir [SDOI] untuk mengawal demokrasi di Ogan Ilir.

Organisasi ini secara struktural berhubungan langsung dengan Komunitas Indonesia Untuk Demokrasi dan berkoordinasi dengan Yayasan Puspa Indonesia selaku penyelenggara SDOI.

Terkait dengan kasus Herdian, Rusdi ketua KKDOI menyampaikan,” Adalah salah satu tugas kami untuk melakukan Advokasi. Kami mendampingi masyarakat atau memediasi kepentingan masyarakat ke Pemerintah. Dan ini bukan sebatas diatas kertas saja, kami siap terjun ke lapangan agar dapat benar- benar memahami masalah rakyat yang ada.”

Komite Komunitas Demokrasi Ogan Ilir [KKDOI] hingga kini masih aktif menugaskan anggotanya untuk piket secara rutin memantau perkembangan Herdian.

KKDOI berharap dalam masalah Herdian ini Pemkab Ogan Ilir bertanggungjawab dan menangani Herdian secara berkelanjutan. “Bantuan materi dari Pemkab sangat berarti untuk mendukung proses perawatan Herdian, namun yang lebih penting disini adalah bentuk penanganan Pemkab secara berkelanjutan,”jelas Harpandi waka KKDOI.

Herdian pasca dikeluarkan dari Rumah Sakit Muhamad Husin- Palembang untuk kemudian perawatan jalan hingga kini masih tinggal di sekretariat Yayasan Puspa Indonesia di jalan Radial Rumah Susun blok 32 lantai 1 no 08 RT 40 24 Ilir Palembang.

“Untuk sementara Herdian tinggal disini sambil menunggu rencana KKDOI untuk penanganan Herdian ke depan. Karena dalam pandangan awam jelas kondisi Herdian masih jauh untuk dikatakan sembuh. Perutnya masih membuncit dengan nafas yang tersengal. Harapan kami pihak Rumah Sakit akan kembali merawat Herdian hingga sembuh, karena untuk rawat jalan kondisinya sangat tidak memungkinkan, rumah Herdian selain terisolir dan sulit dijangkau juga ia berasal dari keluarga tak mampu, sekalipun berobat gratis mereka kesulitan biaya untuk jalan dan makan selama rutin kontrol ke Rumah Sakit,” papar Rina Bakrie Direktur Eksekutif Yayasan Puspa Indonesia.

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s