Dinas Kesehatan: Jangan Lagi Bicara Soal Tapal Batas

Ulak Baru [MEDIA DESA], Sengketa tapal batas Ogan Ilir- Muara Enim bukan hanya menimbulkan bencana kesehatan bagi Ulak Baru, sebuah dusun rawan konflik di perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim. Namun Herdian balita penderita gizi buruk yang kini di rawat di RS Mohamad Husin- Palembang pun terkena imbasnya. Ia sempat kesulitan mendapatkan jatah obat- obat karena Puskes KTM Ogan Ilir ragu untuk memberikan rujukan kepada Herdian.

Terkait masalah ini, 13 Januari 2010, melalui handphone Ka Puskes KTM Ogan Ilir, Herman Yasin, memberikan klarifikasi kepada Media Desa:

“Dinas Kesehatan Ogan Ilir sudah memberikan ijin kepada kami untuk memberikan rujukan berobat kepada Herdian. Kami sudah tak lagi berbicara soal tapal batas pak, melainkan kemanusiaan. Kami akan segera mengirimkan rujukan beserta makanan dan susu untuk Herdian ke Rumah Sakit,” terang Herman.

Sebelumnya April 2010 Media Desa melaporkan kasus kesehatan Ulak Baru kepada Dinas Kesehatan Ogan Ilir, dan ketika itu, Izwar Afani Ka Dinas Kesehatan Ogan Ilir merespon cepat dengan mengirimkan 30 personil tim medis untuk terjun ke Ulak Baru. Tercatat 2 kali kunjungan tim Dinkes mengadakan kunjungan kesehatan ke Ulak Baru.

“Kami akan semaksimal mungkin melayani masyarakat. Namun mohon dimaklumi, Ulak Baru belum lama bergabung dengan Ogan Ilir didukung dengan letaknya yang terisolir, maka kontribusi masyarakat sangat diperlukan, setidaknya mau melapor kepada kami,” kata Priyadi yang ketika itu menjabat sebagai Ka Puskes KTM Ogan Ilir.

Layanan kesehatan di dusun Ulak Baru macet sejak Agustus 2010. Dengan alasan soal tapal batas menjadikan Dinkes enggan ke sana. Demi menyambung informasi, jurnalis Media Desa pada November 2010 pun sempat memberikan klarifikasi masalah kesehatan Ulak Baru kepada Kosasi pimpinan Dinkes Ogan Ilir yang baru menjabat dengan menyertakan surat dari masyarakat Ulak Baru untuk pengajuan layanan kesehatan.

Dusun Ulak Baru, adalah bagian dari desa Pulau Kabal kecamatan Indralaya kabupaten Ogan Ilir. Namun diklaim pula sebagai dusun 2 desa Mulia Abadi kecamatan Muara Belida kabupaten Muara Enim.

Namun apapun alasannya, kesehatan merupakan kebutuhan detik ini. Rudi Hartono Kepala Dusun Ulak Baru kepada Media Desa menyampaikan: “Kami masyarakat Ulak Baru butuh kesehatan bukan tapal batas. Dan kepada Dinas Kesehatan jangan lagi bicara soal tapal batas!”

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s