Telek Dibuntel Klaras, Betah Melek Seger Waras

Pulau Kabal [MEDIA DESA] Kunjungan Bupati Ogan Ilir dan Kapolda Sumatera Selatan ke desa Pulau Kabal dijadwalkan hari ini, Sabtu 12 Desember 2010, dalam rangka bersilaturahmi dengan masyarakat. Sebagai salah satu titik rawan konflik sosial dampak dari sengketa perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim diharapkan hal ini akan dapat memberikan support pada masyarakat setempat. Nah lho, apa kaitannya dengan judul posting: Telek Dibuntel Klaras?

Ini sekedar cerita ringan, tak membahas lanjut tentang kunjungan diatas, namun membahas wejangan Mbah Suwito tokoh masyarakat desa Pulau Kabal kec. Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir, tadi malam, sambil menemani 2 orang anggota polisi yang lagi nge- pam di rumahnya..

“Dari jamannya Gubernur Syarial Oesman, para pejabat dari Bupati hingga Kapolda bahkan Panglima Kodam Sriwijaya , apalagi Camat dan Lurah, rumah ini mencatat sejarah kunjungan para pejabat tersebut,” sambil klepas- klepus Ngudut dan utak- atik hape Mbah Suwito mulai menuturkan.

“Bahkan para preman pun termasuk para wartawan Gebleg dan wartawan waras dan LSM semua sudah pernah masuk rumah ini,” lanjutnya sambil nyeruput wedang kopinya.

“Ini semua adalah upaya saya untuk mengayomi desa ini. Jalan sudah terbentang lebar, tinggal kesadaran masyarakat dan kemampuan Pemerintah Desa untuk mengelolanya,” Mbah Suwito terus berkisah, tampak ia menghela nafas panjang.

“Sampai saya kecethit masuk penjara selama 3 bulan,” kenangnya.

Mbah Suwito di desa Pulau Kabal yang pula sebagai Kadus II itu beberapa waktu yang lalu pernah dipenjara, atas pengaduan beberapa masyarakat dengan tuduhan penipuan soal jual beli tanah, namun Mahkamah Agung telah memutuskan membebaskan Suwito. Mahkamah Agung menyatakan bahwa Suwito bersalah tapi bukan merupakan tindak pidana.

Masuknya Suwito ke penjara, dalam pandangan pribadi saya merupakan mata rantai dari konflik perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim. Awalnya pada tahun 2007, PT Indralaya Agro Lestari membukan hutan di kawasan desa tersebut berdasarkan ijin prinsip Menteri Kehutanan dan bekerjasama dengan Pemkab Muara Enim, sementara wilayah itu diklaim sebagai lokasi pencadangan transmigrasi oleh Ogan Ilir. Namun dalam persidangan Suwito menyampaikan:”Soal tapal batas itu urusan pemerintah, yang pasti saya dan masyarakat desa Pulau Kabal hanya ingin berusaha di lokasi yang bergandengan dengan desa.”

“Ini sungguh luar biasa lho mas, hingga kemarin waktu Pilkada Bupati 2010 pun masalah kita dimenangkan oleh Mahkamah Konstitusi,” paparnya.

“Becik ketitik ala ketara, itulah mas yang saya pegang, “kata Mbah Suwito sambil memandang saya. “Yang benar akan tertandai dan yang jahat akan kelihatan,” ia menterjemahkan.

“Sambil menunggu pergeseran peran, ini seperti Perang Brantayuda,” jelas Mbah Suwito sambil menunjuk lukisan dinding. Sebuah lukisan dinding dari kulit kambing bergambar Kresna dan kereta kencana tampak tertempel di Pendhopo rumahnya.

“Yang penting saat ini masyarakat seger waras, sehat wal afiat, sambil nunggu proses konflik ini berjalan dan berakhir dengan perdamaian..,” senyum sambil setengah nyengir ia berkata.

“Sampeyan tahu nggak, apa rumus seger waras sehat wal afiat?” sebuah pertanyaan untuk saya.

Saya ingin menjawab 4 sehat 5 sempurna tambah 1, maksudnya tambah satu itu adalah banyak duit. Tapi nggak jadi, justru saya balik tanya, “Apa itu Mbah?”

Mbah Suwito tak segera menjawab. Dihisapnya rokok itu dalam- dalam, dan dihembuskannya pelan- pelan. Seperti ingin menikmati kelelahan yang tergurat di wajahnya..

” Telek dibuntel Klaras, betah melek seger waras.. Ini adalah sebuah sanepan leluhur, kita mesti tirakat, jangan suka tidur sore- sore..”

4 pemikiran pada “Telek Dibuntel Klaras, Betah Melek Seger Waras

  1. Kata kata iTu saya pErnah Dapat wkTu saya BeRjalan daRi keDiri samPai jepaRa jawa ten9ah,,saya sempaT ketemu lelaki Setengah Tua kmuDian dia mengaTakan ” telek buntel klaras,betah melek seger waras” kmudian saya cocokkan dengan lagu mbah surip yg judulny ” bangun tidur” disiTu da kta2 mbah surip ” barang siapa yg ingin hdupnya bahagia,kurangin tidur banyakin ngopi” konsep hdup yg luar biasa

    • Melek merupakan sarana untuk mengasah ketajaman Jiwa. Terkecuali melek dalam arti untuk berjudi, mabuk atau hal- hal lain yang mengarah pada kerugian, katakanlah molimo..:mrgreen:

      Menurut Mbahku, Jiwa merupakan inti kehidupan. Kemapanan Jiwa dengan sendirinya akan mempengaruhi kemapanan ragawi (duniawi). Mas suka melekan juga ya..?🙂

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s