Mencari Kayu di Hutan, Ditemukan Tewas Terapung di Atas Sampan

Ulak Baru [MEDIA DESA], Amir mati! Demikian teriak seorang pedagang dari atas perahu. Amir 41 tahun ditemukan meninggal dunia terapung diatas sampan, saat perjalanan mencari kayu di hutan. Ia adalah penderita sakit Komplikasi, warga dusun Ulak Baru, salah satu titik rawan konflik sosial akibat sengketa perbatasan kabupaten Ogan Ilir- Muara Enim.

Ini hanyalah salah satu dari sekian masalah sosial di dusun tersebut, terjadi pada 23 November 2010, sebulan sebelumnya seorang perempuan melahirkan anak pertamanya diatas speed boat. Akses yang jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan, menyebabkan bayinya pun meninggal di perjalanan..

Diawali pada tahun 2007, pembukaan hutan oleh perusahaan sawit oleh PT Indralaya Agro Lestari di kawasan hutan Ulak Baru Sumatera Selatan atas kerjasama dengan Pemkab Muara Enim, namun ternyata kawasan itu pun diklaim sebagai wilayah kabupaten Ogan Ilir.

Dan lebih, masyarakat Ulak Baru yang tinggal dikawasan hutan tersebut tak pernah tahu ujung pangkal proyek tersebut. Tak ada pula ganti rugi yang mereka terima. Dan ini semestinya tak terjadi jika saja beroperasinya perusahaan tersebut melalui mekanisme AMDAL secara benar.

Hal ini pun memicu gejolak masyarakat. Masyarakat terpecah menjadi dua bagian, pro Ogan Ilir dan pro Muara Enim. Diduga ini terjadi karena adanya provokasi dari pihak- pihak tertentu yang berkepentingan untuk tetap terlaksananya proyek sawit tersebut. Fakta, kedua kubu tersebut sama- sama masyarakat yang dirugikan, masyarakat dari kedua kubu tersebut tak pernah menerima ganti rugi ataupun kompensasi yang lain dari perusahaan sawit.

Menurut versi Muara Enim, dusun Ulak Baru termasuk dalam wilayah desa Mulia Abadi kecamatan Muara Melida. Namun menurut versi Ogan Ilir, Ulak Baru tercatat sebagai dusun III desa Pulau Kabal kec. Indralaya Utara.

Sudah malang tertimpa tangga. Maret 2010 Media Desa menemukan beberapa warga yang menderita sakit parah dan tak terurus. Gizi Buruk, Kusta, Lumpuh dan beberapa yang lain.

Bukan hanya masalah kesehatan, hal pendidikan pun sangat memprihatinkan. Laporan warga setiap hari guru datang terlambat, ini disebabkan guru- guru yang tinggal jauh diluar dusun. Rata- rata penduduk adalah lulusan SD dan putus sekolah.

Sementara dibidang sosial, setidaknya 90 persen rumah tak layak huni, dan dibidang pertanian setiap tahunnya mereka gagal panen. Satu hektar sawah rata- rata menghasilkan dua ton gabah saja, atau 8 kintal beras per tahun.

Dusun Ulak Baru terletak di sepanjang Sungai Belida, anak sungai Meriak Sumatera Selatan. Usia dusun sekitar 40 tahun, berpenduduk 300 jiwa, tak ada bidan dan puskes di sini. Masyarakat sulit untuk berobat.

Sejauh ini baru Dinas Kesehatan Ogan Ilir melalui Puskes KTM Ogan Ilir yang serius mengatasi hal ini. Namun sangat disayangkan, keterlibatan oknum aparat keamanan dan preman terkait konflik sosial di Ulak Baru sangat menghambat kegiatan Layanan Kesehatan.

Dari Admin blog ini, Media Desa, berharap hal ini segera diatasi secara serius oleh Pemerintah. Dan juga untuk para Wakil Rakyat, termasuk LSM, Mahasiswa dan aktivis Sosial serta Lingkungan Hidup, untuk lebih meningkatkan fungsinya sebagai kontrol sosial dan pelayan masyarakat. Jika menunggu masyarakat melapor, terkadang masyarakat tak tahu kemana harus melapor, bahkan parahnya tak tahu bahwa hal yang menimpa mereka adalah pelanggaran Hak Azasi Manusia yang layak dilaporkan dan diusut tuntas!

Berita Duka Masyarakat Ulak Baru Sumatera Selatan. Sebarluaskan sebagai bentuk penekanan terhadap pemerintah untuk segera atasi Konflik Sosial yang terjadi di sepanjang perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim.

Foto dan info selengkapnya kunjungi blog Media Desa di http://www.mediadesa.tk

Salam,
KERTANING TYAS
Jurnalism Citizen Media Desa
Alamat: Desa Pulau Kabal Kec. Indralaya Utara Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan.
Hp: 082175541978- 085840813535
Email: javanology@yahoo.com
Website: http://www.mediadesa.tk

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s