Konflik Sosial, 68% Warga Tinggalkan Desa

PULAU KABAL [Media Desa], Konflik tapal batas kabupaten Ogan Ilir- Muara Enim melahirkan konflik sosial di desa- desa sepanjang perbatasan. Khususnya di desa Pulau Kabal kecamatan Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir, berkisar 68% warganya tidak berdomisili tetap. Konflik Sosial sebabkan mereka mengalami kesulitan ekonomi dan meninggalkan desa.

Data ini diperoleh dari hasil pendataan ulang penduduk dalam rangka Pemutahiran Kartu Tanda Penduduk. “Pendataan ini bertujuan untuk memastikan jumlah penduduk,” jelas Amin seorang staf di kantor Kecamatan Indralaya Utara. “Ini data dusun I dan II desa Pulau Kabal, untuk dusun III atau Ulak Baru belum terdata. Jumlah menurut data adalah 472 KK, namun kenyataan yang tinggal di desa adalah 150- an KK,” jelas Andriyanto Kaur Pemerintahan Desa Pulau Kabal.

Lokasi desa Pulau Kabal mulai dibuka pada tahun 2003, saat itu sebagai dusun III desa Lorok. Kemudian pada tahun 2007 disahkan berdiri sebagai desa Pulau Kabal. Namun pada saat itu juga wilayah desa tersebut diklaim sebagai dusun III desa Kayu Ara Batu kabupaten Muara Enim. Pada saat itu pula terjadi sengketa perbatasan antara kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim.

7 tahun sudah, sejak tahun 2003 hingga saat ini, lahan kebun masyarakat desa Pulau Kabal tak terurus. Marji, kakek berusia 70 tahun mengatakan: “Kami takut ke ladang pak, setiap ke sana dihadang orang, mereka mengklaim itu tanah mereka.”

Namun uniknya, mereka yang mengklaim hanya sebatas klaim saja, tidak pula berupaya membuka lahan. “Mereka orang- orang bayaran untuk menghadang kita, nyatanya mereka juga tak membuka lahan itu, padahal kami tak pernah ada aksi hadang menghadang jika mereka membuka lahan tersebut. Malah justru yang masuk alat berat [excavator] perusahaan sawit,” ungkap seorang warga desa Pulau Kabal.

Konflik sosial semakin berkembang, masyarakat telah terpecah menjadi beberapa kubu. Mereka pun telah enggan menghadiri undangan musyawarah desa. “Bosan kumpulan terus, nggak ada hasil. 7 tahun pak kami disini nggak ada perkembangan, sedangkan mau kembali ke desa asalpun sudah nggak punya apa- apa,” keluh seorang warga.

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s