Masyarakat Ulak Baru, Bosan Dengan Konflik

 

Lelah menunggu keputusan Pemerintah mengenai konflik perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim, masyarakat Ulak Baru pun akhirnya ambil sikap untuk tak lagi peduli soal tapal batas. “Yang kami butuhkan itu makan dan kesehatan, bukan perbatasan. Kami tak akan lagi pusing soal tapal batas, mau Ogan Ilir atau Muara Enim terserah. Apalagi PT IAL, lahan itu akan kami ambil kembali,” ungkap Rudi Hartono Kepala dusun setempat mewakili warganya. Dan lagi, selagi Media Desa dan Dinas Kesehatan Ogan Ilir masih mau melayani kita, artinya masih ada titik terang untuk masa depan kami, lanjut Rudi.

PT IAL yang dimaksud Rudi Hartono adalah PT Indralaya Agro Lestari, sebuah perusahaan Kelapa Sawit yang membuka hutan di kawasan Ulak Baru. Perusahaan tersebut berlandaskan ijin prinsip dari Menteri Kehutanan, namun masyarakat Ulak Baru menolaknya. “Kami tinggal disini sudah berpuluh tahun semenjak nenek moyang kami. Hutan itu adalah tempat kami mencari kayu dan ikan, serta sebagian kami buka untuk sawah. Namun dengan tiba- tiba dibuka oleh PT IAL tanpa kompromi, kami sama sekali tak diajak musyawarah,” kisah Among warga dusun.

Dusun Ulak Baru terletak di sepanjang Sungai Belida, anak Sungai Meriak Sumatera Selatan. Di dalam dusun ini terdapat warga yang menderita gizi buruk, kusta dan beberapa penyakit kronis lainnya yang tak terurus selama bertahun- tahun. Kemalangan mereka, tak hanya sebatas dirampasnya Sungai dan Hutan mereka ileh perusahaan Sawit, melainkan dusun ini merupakan salah satu titik konflik perbatasan kabupaten Ogan Ilir- Muara Enim. Pemicu konflik kedua kabupaten tersebut adalah beroperasinya PT IAL atas konsesi Bupati Muara Enim di lokasi yang diklaim Pemkab Ogan Ilir sebagai wilayahnya.

Sibuk urusi perbatasan, masyarakatpun tak terurus, hingga terdapatlah gizi buruk dan penyakit lainnya serta krisis pangan. Beruntung, sejak Maret 2010 Dinas Kesehatan Ogan Ilir dan Media Desa sebuah kegiatan Citizen Jurnalism, hingga saat ini masih aktif mengadakan kegiatan sosial di dusun tersebut.

Saat ini warga Ulak Baru secara bertahap sedang bergotong royong menyiapkan tempat untuk menampung kegiatan sosial. Kepada Media Desa Rudi Hartono menyampaikan: ” Mohon pak sampaikan pada Bapak Dinkes OI untuk tetap melayani kami. Ini tempat kami bangun untuk menyamput Dinkes OI, kita berencana akan buat lagi pengobatan, posyandu dan sunatan massal. Soal intimidasi dari oknum untuk tidak dibuat alasan untuk tak lagi datang ke sini.”

Media Desa mencatat, dua kali sudah kunjungan Dinkes OI ke Ulak Baru dipersoalkan oleh Pemkab Muara Enim melalui pemerintahan desa setempat dan petugas kepolisian, serta pemberitaan melalui Media Massa bahwa kegiatan Dinas Kesehatan Ogan Ilir meresahkan masyarakat.

Namun Izwar Afani, Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir  kepada Media Desa menyatakan akan tetap komit melayani masyarakat Ulak Baru. Hal yang senada pun diungkapkan oleh Priyadi Kepala Puskes KTM Ogan Ilir,” Kegiatan kami di Ulak Baru adalah murni kemanusiaan, tak ada unsur politik, kita akan atur waktu lagi untuk berkunjung ke sana.”

Artikel terkait:

4 pemikiran pada “Masyarakat Ulak Baru, Bosan Dengan Konflik

  1. Kami dari Komite Komunitas Demokrasi Ogan Ilir akan berupaya memfasilitasi permasalahan ini ke pada para elit elit birokrasi dan politik di negeri ini. ???

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s