Intimidasi Oknum Polisi dan Preman Tak Surutkan Warga

Walau hanya soal batas kabupaten , konflik Ogan Ilir dan Muara Enim melibatkan oknum polisi dan preman. Intimidasi ini meresahkan masyarakat perbatasan dan menghambat kegiatan sosial di Ulak Baru, sebuah dusun yang merupakan salah satu titik konflik perbatasan kabupaten Ogan Ilir- Muara Enim.

Media Desa mencatat bahwa dua kali Tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan Ogan Ilir berurusan dengan aparat keamanan saat bertugas di Ulak Baru. Sebelumnya hambatan ini dirasa tak jadi soal, karena diplomasi yang baik antara kedua belah fihak, sehingga kegiatan pengobatan tetap berlanjut. Namun hambatan makin dirasakan ketika terbit pemberitaan oleh Sriwijaya Pos bahwa kegiatan Dinas Kesehatan Ogan Ilir meresahkan masyarakat perbatasan.

“Terus terang saya resah dengan adanya pemberitaan ini, kami ke Ulak Baru adalah murni kemanusiaan, dan pula atas permintaan masyarakat. Namun jika tersudutkan seperti ini kami terpaksa berfikir ulang untuk kembali ke sana, “ ungkap Priyadi Kepala Puskes KTM Ogan Ilir.

Sementara Nizam Kapolpos Gelumbang kabupaten Muara Enim menyampaikan,” Kami tidak menghalangi Dinas Kesehatan adakan pengobatan di Ulak Baru, namun berhubung wilayah itu masih konflik dan itu wilayah kami, maka kami berniat mengadakan pengamanan saja”.

Dusun Ulak Baru, terletak di sepanjang Sungai Belida, anak Sungai Meriak Sumatera Selatan. Adalah sebuah dusun tertinggal dan termasuk dalam titik konflik tapal batas Ogan Ilir- Muara Enim. Maret 2010, Media Desa menemukan sejumlah warga yang menderita sakit parah dan tak terurus selama bertahun- tahun.

Penelusuran Media Desa ke masyarakat pun berlanjut tentang keterlibatan aparat keamanan  yang ternyata sudah ada sebelumnya, yaitu tahun 2007 ketika warga dusun tersebut bergerak mengajukan pindah kependudukan ke Ogan Ilir. “ Bukan hanya polisi, tapi juga preman, “ kata Pendi warga setempat.

Pendi 40 tahun mengisahkan,” Waktu itu tahun 2007 kami merintis jalan ke arah desa Pulau Kabal, namun didatangi oleh Kades dan polisi serta preman, mereka mengancam dan membubarkan kegiatan kami. “ Siapa yang menentang akan ditembak di tempat, perintah ini datang dari Camat.” lanjutnya.

“Pernah kami dipanggil polisi untuk datang ke rumah kades, entah dalam rangka apa, karena nggak jelas kami nggak datang, kami takut,” ungkap Rudi, kemudian malam harinya terdengar polisi melepaskan tembakan di ujung desa, entah apa pula maksudnya, yang pasti ini meresahkan masyarakat di saat situasi konflik seperti itu, “ kenang Rudi. “Bukannya kami nggak mau datang tanpa alasan, waktu itu perintah panggilan tanpa selembar surat keterangan apapun, lagi pula panggilan itu disampaikan oleh seorang sopir speed, warga desa juga, ini jelas tidak pada tempatnya,” jelas Rudi.

Tak hanya itu, Rudi mengaku dua kali didatangi rombongan orang tak dikenal. “Mereka datang malam- malam, jam 12. Siapa yang nggak berfikir macam- macam, saya memilih sembunyi saja,” kata Rudi, ini terjadi selama dua malam berturut- turut, “lanjutnya.

Sementara Hayan, perangkat desa Mulia Abadi  [Muara Enim] menyampaikan.” Saya tak punya itikad apa- apa, hanya memintai keterangan dan ini tugas dari Camat  Muara Belida terkait kegiatan Dinkes OI di wilayah Muara Enim.

Hal ini pun ditegaskan oleh Rudi, Kepala Dusun [ Ogan Ilir],” Nggak apa, mereka cuman meminta keterangan saja. Jadi kami harap Dinas Kesehatan Ogan Ilir masih tetap melayani kami. Kami sangat membutuhkan mereka. Saat ini warga Ulak secara bertahap sedang gotong royong memperbaiki rumah saya untuk menyambut kedatangan wong Dinkes. Kita sudah minta kepada Pak Pri [Priyadi Ka Puskes KTM Ogan Ilir- red] untuk adakan sunatan massal sehabis Lebaran ini, dan kami sungguh menantikan hal ini terwujud. “  Ada lebih dari 10 anak siap sunat ditambah 2 bujang kasep sunat,” jelas Rudi.

Mengenai kemungkinan terjadi hambatan dari pihak lain Rudi menjawab,” Nggak ada, insya Allah akan baik- baik saja, semenjak dusun kita dikenal oleh masyarakat luar mereka segan pada kita, kalau mereka datang pun secara sopan. Intimidasi secara terang- terangan itu terjadi dulu, saat dusun kita belum dikenal. Ntar kalo ada yang macam- macam kita laporkan saja pada Media Desa.”

[Gimana Pak Pri, gimana Pak Dinkes, lanjut?- red]

Artikel Terkait:

  • Tanggapan Untuk Sriwijaya Pos Tentang Pengobatan di Ulak Baru
  • Inilah Biang Konflik Perbatasan Ogan Ilir dan Muara Enim
  • Bupati Muara Enim Surati Mendagri, Buntut Kegiatan OI di Muara Enim
  • Lagi, Kegiatan Sosial di Ulak Baru Dipersoalkan
  • Penanganan Masalah Kesehatan di Ulak Baru Terhambat Konflik Perbatasan
  • 3 pemikiran pada “Intimidasi Oknum Polisi dan Preman Tak Surutkan Warga

    1. smoga kegiatan sosial kemanusiaan ini akan segera mendapat respon yg positif dari semua pihak, khususnya para instansi yg terkait..baik langsung maupun tidak…

      salam hangat dan damai selalu…

    Apa Komentar Anda?

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s