Tanggapan Untuk Sriwijaya Pos Tentang Pengobatan di Ulak Baru

Menanggapi berita di Surat Kabar Sriwijaya Pos tanggal 17 Agustus 2010 tentang kegiatan Pengobatan oleh Dinas Kesehatan Ogan Ilir yang dilaksanakan di sebuah dusun yang diduga wilayah Muara Enim, Dengan ini saya selaku warga masyarakat yang selama ini terjun langsung ke dusun tersebut diatas mengucapkan terimakasih kepada Sripo atas dimuatnya berita tentang berita di atas. Namun saya perlu meluruskan hal sebagai berikut:

1. Daerah konflik yang disebut sebagai dusun II Mulia Abadi Kec. Muara Belida kab. Muara Enim tersebut, lazim disebut sebagai dusun Ulak Baru oleh penduduk setempat, benar bahwa telah dua kali diadakan pengobatan oleh Dinas Kesehatan Ogan Ilir. Hal ini dikarenakan permintaan masyarakat setempat, yang didasarkan pula bahwa mereka memiliki KTP Ogan Ilir sejak tahun 2007 dan masuk dalam administrasi desa Pulau Kabal kec, Indralaya Utara kab. Ogan Ilir, SUMATERA SELATAN.

2. Dikatakan kegiatan Pemkab Ogan Ilir meresahkan masyarakat perbatasan, adalah masyarakat yang mana? Kegiatan pengobatan oleh Dinkes Ogan Ilir nyata merupakan permintaan masyarakat dan diterima antusias oleh masyarakat setempat, mengingat selama ini layanan kesehatan di dusun tersebut sangat kurang bahkan tak terurus. Terbukti bahwa kami menemukan penderita gizi buruk, kusta, lumpuh dan beberapa penyakit kronis lainnya yang tak terurus selama bertahun- tahun. Dalam hal ini Dinas Kesehatan Ogan Ilir selain telah memberikan layanan pengobatan gratis juga telah merujuk mereka ke Rumah Sakit.

3. Hibauan Gubernur untuk tidak melakukan kegiatan apapun di wilayah konflik tersebut maksudnya apa? Apakah kita akan biarkan warga dusun tersebut sakit dan tak terurus? Bagaimana nasib Herdian si Gizi Buruk atau Sobirin yang sakit Kusta? Haruskah mereka mendapatkan layanan dan hak mereka sebagai warga negara setelah konflik tapal batas selesai, dan kapan itu? Jika mereka dibiarkan jelas ini melanggar Hak Azazi Manusia.

4. Saya sebagai pemilik blog [Media Desa] yang selama ini turut serta menfasilitasi kegiatan tersebut pun bergerak secara independen atas dasar solidaritas sesama warga negara dan tak terkait dengan konflik tapal batas bahkan tak dibiayai ataupun difasilitasi oleh Pemkab Ogan Ilir apalagi Muara Enim. Adanya kegiatan Sosial kami merangkul Dinkes Ogan Ilir karena merekalah yang selalu merespon pemberitaan tentang kondisi Ulak Baru yang saya update di Internet.

Demikian klarifikasi saya sampaikan, untuk dapat dipahami oleh semua pihak.

Selanjutnya saya mohon pula kepada pihak pers untuk turut serta cek ke lapangan untuk pemberitaan yang lebih seimbang demi opini yang adil dalam masyarakat. Terimakasih.

Baca Salinan Berita: https://pulaukabal.wordpress.com/2010/08/25/bupati-muara-enim-surati-mendagri-buntut-kegiatan-oi-di-muara-enim/

Salam : KERTANING TYAS [Blog Media Desa www.pulaukabal.wordpress.com  ] Kontak 085840813535  Email: javanology@yahoo.com

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s