Warga Ulak Baru Harus Angkat Kaki dari Muara Enim

Terkait Konflik perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim yang tak kunjung usai, Erlan Kepala Desa Mulia Abadi umumkan bahwa penduduk Ulak Baru harus angkat kaki dari Muara Enim. Hal ini disampaikan Candra  didampingi beberapa tokoh masyarakat yang mengaku ditugaskan Erlan kades Mulia Abadi kecamatan Muara Belida kabupaten Muara Enim. Hal ini terjadi ketika  Piter 23 tahun petugas Sensus Penduduk 2010 dari kabupaten Ogan Ilir mengadakan sensus.

Sebelumnya Piter sempat diancam Kades Erlan ketika sedang menjalankan sensus pertama, yaitu cacah bangunan bahwa jika masih nekat masuk ke desanya akan ditindak oleh aparat keamanan. Maka untuk memenuhi keinginan warga yang ingin disensus, sensus yang berikutnya yaitu cacah jiwa pun diadakan di rumah Rudi Kepala Dusun Ulak Baru. Namun kegiatan  ini sempat terhenti ketika datang utusan Kades Erlan yang menyampaikan: “Jika memang masyarakat berkehendak ikut Ogan Ilir silahkan angkat kaki dari Muara Enim.

 Nasiba 65 tahun, Seorang Ibu warga Ulak Baru sempat emosinal mendengar informasi ini namun situasi masih dapat dikendalikan. “Gimana nggak emosi apa beda diusir dengan suruh angkat kaki, Saya ingin pindah ke Ogan Ilir dengan harapan kehidupan yang lebih baik, karena selama saya ikut Muara Enim sejak tahun 1974 tidak pernah diperhatikan,” ungkapnya.

“Jika memang benar kepindahan penduduk Ulak Baru ke Ogan Ilir ini atas kemauan mereka sendiri tentunya warga sudah siap mental dan materi, dan tak ada pilihan lain kecuali harus angkat kaki dari Muara Enim,” kata Candra.

Dusun Ulak Baru terletak di sepanjang Sungai Belida anak Sungai Meriak Sumatera Selatan, kawasan yang disengketakan kabupaten Muara Enim dan Ogan Ilir. Sejak tahun 1960-an dusun ini ada, jumlah penduduk lebih dari 300 jiwa, namun tidak ada bidan ataupun pos layanan kesehatan. Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Di dalam dusun ini ditemukan gizi buruk, lumpuh, kusta dan beberapa penyakit kronis lainnya yang tak terurus selama bertahun- tahun, padahal Sumatera Selatan menerapkan Program Berobat Gratis. Merasa tak diperhatikan pemerintah setempat pada tahun 2007 ratusan warga dusun ini mengumpulkan tandatangan untuk penyerahan diri kepada bupati Mawardi agar diterima sebagai warga Ogan Ilir.

Kemiskinan, penyakit dan konflik sosial dialami oleh masyarakat dusun ini. Kepada Media ini, Pulau Kabal Online, masyarakat Ulak Baru menyampaikan: “Mohon pak sampaikan pada pemerintah Ogan Ilir, kami berniat benar untuk menjadi warga OI, kami ingin hidup lebih sejahtera, lancar dan selamat jika keluarga kami melahirkan, buatkan pula kami jalan untuk kemudahan perjalanan kami.”

Yansori Kepala Desa Pulau Kabal induk dusun Ulak Baru di Ogan Ilir, mendapat laporan ini menanggapi,”Tidak bisa dia ngusir seperti itu, kito warga Indonesia juga.”

3 pemikiran pada “Warga Ulak Baru Harus Angkat Kaki dari Muara Enim

  1. jadi sebenernya setempel batas antara oi dan muara enim sudah ditetapkan apa belum dan jika sudah dimana batasitu di tetapkan?

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s