Perjalanan Tim Kesehatan Menembus Semak Belukar: Sekelumit Penderitaan Masyarakat Ulak Baru



Pulau Kabal,PK.

Tim Kesehatan dari Dinas Kesehatan Ogan Ilir meninjau langsung lokasi dusun Ulak Baru, Kamis 29-04-2010, sebuah dusun tertinggal yang terletak di sepanjang Sungai Belida anak Sungai Meriak Sumatera Selatan. Anggota Tim Kesehatan didampingi pengurus desa setempat menelusuri semak belukar sepanjang 6 km untuk sampai ke lokasi. Kunjungan ini dalam rangka cek cross laporan Media Desa tentang adanya dugaan Gizi Buruk dan beberapa penyakit lainnya di dusun tersebut.

Dusun Ulak Baru sejak kelahirannya pada tahun 1960-an hingga kini tak memiliki satupun fasilitas kesehatan, satu bukti bahwa mereka adalah masyarakat yang terpinggirkan. Kunjungan Tim Kesehatan bak siraman hujan ditengah kemarau panjang, mereka begitu antusias menyambut kedatangan Tim Kesehatan Ogan Ilir guna mendapatkan pelayanan.  “Cak inilah nian..,[beginilah sesungguhnya yang kami harapkan] kami minta pindah ke Ogan Ilir agar mendapatkan perhatian,  ” kata seorang warga.

Berangkat dari Poskesdes yang terletak di pusat desa Pulau Kabal kecamatan Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir menuju dusun Ulak Baru menggunakan kendaraan mobil, namun setelah satu kilo perjalanan Tim terpaksa turun karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Dan berjalan kaki menembus semak belukar dan hambaran lokasi bukaan perkebunan sawit sepanjang 6 kilometer, selebihnya sekitar satu kilo meter ditempuh dengan sampan.

Didampingi Rudi Hartono Kepala Dusun Ulak Baru dan Isdiyanto Ketua Badan Pembina Desa serta Kertaningtyas Kader Pembangunan desa Pulau Kabal, Tim Kesehatan melayani pengobatan masyarakat yang berduyun- duyun datang berkumpul di salah satu rumah penduduk. Hadir pula saat itu Herdian 4th seorang anak penderita Gizi Buruk.[ Baca: Kondisi Kesehatan Dusun Ulak Baru Memprihatinkan, Lebih 40 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan]

“Untung ado wong kesehatan datang kesini, kalo adak tak tahulah kami,” ungkap seorang warga yang mengantar keluarganya sakit demam.

“Kalo kami sakit kepala, maka kepala yang kita suntik, kalo sakit mato maka mato pulo yang kito suntik, mak itulah gambarannyo dari pada idak samo sekali,” kisah Rudi. [Kalau kami sakit kepala maka kepala yang kami suntik, kalau sakit mata maka mata pula yang kami suntik, demikian gambaran usaha kami daripada tidak sama sekali].

 Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan mengunjungi pasien di beberapa rumah untuk memastikan adanya warga penderita lumpuh dan kusta. Sementara beberapa warga sakit lainnya belum dapat dikunjungi karena keterbatasan waktu. Dr. Izdhar Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir kepada wartawan blog ini melalui telepon mengutarakan rencana kunjungan Tim Kesehatan selanjutnya pada hari Selasa depan.

Menjelang magrib Tim Kesehatan yang terdiri dari Herdian dari bidang Gizi dan M. Amin Fauzi perawat Puskesmas Kampung Rambutan, serta Umi bidan desa Pulau Kabal kembali ke desa Pulau Kabal dan mencoba menempuh jalan alternatif dengan menggunakan ketek [sampan bermesin]. Namun susahnya bahan bakar di dusun Ulak Baru menyebabkan kendaraan terhenti ditengah jalan, ditunjang situasi kanal yang tak mendukung ketek pun mengalami kebocoran menabrak tonggak kayu. Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki.

“Perjalanan ini lebih mudah ketimbang satu tahun yang lalu ketika lokasi ini masih berupa hutan dan rawa- rawa, saat ini kita sedang menelusuri jalan yang dirintis oleh Koperasi Tani dan masyarakat desa Pulau Kabal,” kisah Rudi Kepala Dusun setempat yang mengawal perjalanan TimKes.

Menempuh gelap malam dan gerimis serta kilatan petir yang sesekali menerangi jalan di semak belukar dan rintangan kayu- kayu kering  bukaan lahan sawit, setidaknya menjadi kesan tersendiri bagi rombongan Tim Kesehatan, betapa hal ini merupakan gambaran sekelumit penderitaan masyarakat Ulak Baru. Ketika seseorang sakit atau hendak melahirkan dan tak ada satupun tenaga kesehatan yang membantu, begitu dekat dengan resiko kematian.

Lebih 40 tahun sudah desa ini hidup dalam kemiskinan, mereka tak memiliki satupun fasilitas dan tenaga kesehatan. Pemakaman pun tak ada, mereka harus menempuh puluhan kilo untuk mendapatkan layanan kesehatan dan apapun selayaknya warga negara yang lain. (tyas)

Berita Terkait:
Sengketa Perbatasan Kesehatan Warga Tak Terurus
“Semua sudah saya serahkan pada Allah, mati dan hidup saya, hanya ini yang saya mampu,” ungkapan bernada pasrah dari Sobirin, lelaki berumur 55 tahun penderita Kusta, disampaikan saat ditemui di kediamannya di dusun Ulak Baru (25/11), sebuah dusun tertinggal di bantaran Sungai Belida anak Sungai Meriak- Sumatera Selatan. Belum pasti dusun ini masuk kabupaten mana, namun yang pasti dusun tersebut adalah satu titik dari beberapa desa yang menjadi korban konflik perbatasan Ogan Ilir- Muara Enim…

6 pemikiran pada “Perjalanan Tim Kesehatan Menembus Semak Belukar: Sekelumit Penderitaan Masyarakat Ulak Baru

  1. Sungguh sangat Ironis sekali… Kemana sebenarnya mata n telinga serta hati para wakil rakyat dan juga para pemimpin bangsa ini… Apa mereka2 yg katanya terhormat itu masih pantas utk dihormati… Ach, sungguh pilu nian nasib saudara2 kita yg jauh dari kehidupan layak ini…

  2. Sekedar Informasi, Drg. H. Izwar Arfanni, M.Kes, MH (Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir) Sudah membentuk TIM, Insya Allah hari senin ini kami Tim Dari Dinas Kesehatan akan datang langsung memberikan bantuan berupa Kesehatan yang mencakup Pengobatan – pengobatan, Fogging (pengasapan untuk mencegah DBD), Posyandu serta Pengarahan – pengarahan kesehatan lainnya.

    • Betul, Insya Allah kalau tidak ada halangan kami dari Tim Dinkes OI yg diketuai Oleh Kepala Dinas kesehatan akan melakukan pelayanan kesehatan secara menyeluruh,mulai dari penyuluhan,pengobatan,Immunisasi,Kesehatan Ibu dan Anak, PHBS,Fogging,Survellaince penyakit, P2M,dan Rujukan bila diperlukan serta Bedah Minor termasuk sunatan,mohon kiranya masyarakat ds Ulak baru dapat mengunjungi rumah kepala desa tempat dilaksanakannya acara.insya Allah jam 8 pagi hari senin 3 mei 2010 kami berangkat dari Dinkes,tks yg sebesar2nya kepada bapak Tyas selaku kader pembangunan desa yg telah memberikan informasi desa yg baru masuk ke wilayah OI ini.wass

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s