Masyarakat Resah, Konflik Perbatasan Masih Berlanjut

PULAU KABAL [PK], Masyarakat desa Pulau Kabal Kec. Indralaya Utara Kab. Ogan Ilir Sumatera Selatan hingga kini masih menyimpan keresahan. Bukan hanya terkait dengan akses jalan yang putus atau isu bantuan sosial untuk korban banjir yang tak kunjung datang, melainkan pula resah dari dampak sengketa perbatasan antara kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim.

Dalam desa Pulau Kabal saat ini terdapat dua kubu masyarakat, yaitu yang merasa dirinya sebagai warga Ogan Ilir dan sebagian lainnya mengklaim sebagai warga Muara Enim. Mereka secara administrasi memegang KTP desa Kayu Ara Batu yang masuk dalam lingkup kabupaten Muara Enim.

Wayan tokoh masyarakat setempat yang mengklaim dirinya sebagai warga Kayu Ara Batu menyatakan: “Saya bukan provokator, toh dalam kenyataannya desa ini memang masuk wilayah Muara Enim. Secara rutin kami sudah mendapatkan bantuan Raskin, fasilitas listrik Tenaga Surya dan juga beberapa kali bantuan untuk bencana banjir kemarin.”

“Lokasi ini sah masuk Ogan Ilir, peta desa dan batas desa ini sudah disahkan oleh pemerintah,” jelas Suwito tokoh desa Pulau Kabal sambil menunjukkan peta. Hal ini memang diperkuat dengan pidato Camat dan Bupati pada peletakan batu pertama Masjid di desa Pulau Kabal 30 Desember 2009 silam.

“Kami sudah menunggu selama 6 tahun, katanya mau ada plasma sawit, sampai sekarang tak terbukti, itulah awal mula konflik masyarakat. Lahan itu sekarang sedang dikerjakan oleh PT IAL yang memegang ijin prinsip dari Muara Enim,” demikian papar Wayan.

Sementara mbah Marji warga desa mengungkapkan harapan dan kecemasannya: “Kami bertumpu harapan pada terbukanya lahan sawit tersebut, tapi setiap hendak kesana selalu dihadang orang, nggak boleh digarap. Kami takut.”

4 pemikiran pada “Masyarakat Resah, Konflik Perbatasan Masih Berlanjut

  1. ahhhh… permasalahan tapal batas menjadi permasalahan yang kupikir tak kan pernah terselesaikan jika mereka terus menerus bersikeras dan tak ada yang mengalah

  2. PETA yang telah disahkan oleh Bupati Ogan Ilir adalah dasar hukum wilayah desa Pulau Kabal. Persoalan ada bantuan dari Pemkab Muara Enim, ambil saja.
    Sebagai rakyat kecil, ambil saja yang bisa menguntungkan. Persetan dengan tapal batas, nggak ada untungnya bagi kalian.

  3. tyas gak usah brengsek jdi org…! kmu mngkin gak tau sbenernya org pulau kabal banyak yg gk suka dgn kmu…! sbaiknya anda tau dri n” jgn pernah lagi nyuruh2 pak esdiyanto anda tu org bru di pulau kabal !

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s