Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan!

Baca artikel sebelumya: Fenomena Silat Kuntau.
Seorang pemuda Komering setelah beberapa saat setelah berkenalan dan berdialog pun pada akhirnya menunjukkan satu rangkaian jurus kuntau yang disebut sebagai tari, ringkas dan praktis! Namun sekali lagi.. keberatan ketika diminta memberikan panduan/ pengenalan kepada beberapa siswa saya. Kebetulan saat itu seorang siswa Sanggar hadir dan menyaksikan demo tsb.
“Saya terikat perjanjian dengan Guru saya, jadi tidak bisa mengajarkan. Namun demi persahabatan saya bersedia mempraktekkan beberapa tehnik dengan murid mas, bahkan mengundang mas untuk bertemu dengan Guru.. ” jelasnya.
Undangan tinggal undangan saja, beberapa bulan kemudian tak lagi tampak pemuda itu, entah kemana..
Yang tampak kemudian adalah fenomena yang terdahulu, para pemuda yang mengagungkan silat leluhur mereka, namun mereka tidak pernah tahu pasti, hanya eyang, ayah dan paman- paman mereka yang diceritakan: berlatih dihutan pada malam hari secara rahasia..
Bahkan beberapa diantara mereka ada yang “besar kelakar”.. caknyo bae: seolah mereka adalah pendekar kuntau..
Saya merupakan salah satu dari banyak pecinta budaya luhur di negeri ini, dan mengelola kecintaan saya dalam sebuah perkumpulan budaya Sanggar Silaturahmi Pangastuti di Sumatera Selatan. Dengan itikad positif, jika anda seorang pendekar atau pecinta silat Kuntau, dengan senang hati dan berterimakasih apabila memberikan informasi kepada kami untuk lestarinya Silat Tradisional Kuntau. Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan!
Kontak saya melalui email: javanology@yahoo.com atau melalui kolom komentar di Blog ini. Trims!

25 pemikiran pada “Selamatkan Silat Kuntau dari Kepunahan!

  1. setuju mas, budaya indonesia banyak yang luntur karena faktor kerahasian dari para pewarisnya.

    pad saat perang kemerdekaan atau masa sebelumnya, rahasia teknik beladiri boleh saja di simpan. karena pada saat itu berperang ya dengan silat.

    jaman sekarang orang berperang dengan senjata modern. jadi alasan untuk merahasiakan teknik2 beladiri itu tidak tepat.

    mari kita lihat jepang yang ketika banyak beladiri tradisionalnya mulai membuka diri. bahkan beladiri cina pun yang merupakan asal usul beladiri jepang bisa kalah populer.

    • Mari kita bersama selamatkan silat kuntau dari kepunahan, Silahkan kunjungi alamat di bawah ini:
      dsa Pulau Kabal kecamatan Indralaya Utara kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Kontak 085840813535 [KERTANING TYAS]

  2. mas silahkan daang saja ke bengkulu….di sini saya akan ajag mas wisata silat tradisional melayu,,karena di Bengkulu masih menjunjung tinggi kebudaaN asli dari nenek moyang mereka,,yaitu bangsa melatu termasuk silat kuntau…kebetulan juga saya hobi meneliti tentang silat tradisional …

  3. mas silahkan datang saja ke bengkulu….di sini saya akan ajag mas wisata silat tradisional melayu,,karena di Bengkulu masih menjunjung tinggi kebudaaN asli dari nenek moyang mereka,,yaitu bangsa melatu termasuk silat kuntau…kebetulan juga saya hobi meneliti tentang silat tradisional …

    • salam knal ‘gue dari aliran pencak silat harimau ‘sumsel’jurus ak mlki berbda dari silat 2x harimau yg lain.ilmu ni gue dapat tdk berguru dan belajar.ilmu ni trun kan sewaktu kakek gue mngl’dan hdir brikan sesuatu

  4. kalau mas berminat,,silahkan hubungi facebook saya…alamatnya : Muhammad Arif El Siradj
    Wassalamu’alaikum

  5. assalamualaikum

    sebenarnya informasi untuk silek kuntau susah x di dptkan…karena bnyak d ajrkan scra sembunyi2..krna di dalam pribadi penganut kuntau tidak meninggikan,mempamerkan kebolehannya…malah kadang…bila di ajak berkelahi malah lari…krn org yg udh bsa kuntau ibarat burung gagak… warna bulu hitam melambangkan rendah diri…tidak mempamerkan dan warna mata gagak melambangkan ketangkasan,kecepatan serta tidak akan mundur walau harus mati.

    klo bisa menguasai silek kunto…otomatis dia udh bisa menghadapi semua jurus lawannya….karena kuntaulah induk semua jenis bela diri yg d bawa oleh ulama/aulia ke asia..

    dri kuda2nya aja saya liat… berbeda2 disesuaikan gerakan/jenis beladiri apa silawannya…
    wassalam….

  6. Askum,,,wr,wb
    Salam sedulur,,,,,, Ane Bujang Palembang ,,,heheh

    nie mungkin bso menjawab ,,,,,,,,

    Kuntao salah satu jenis beladiri yang lekat dengan dakwah Islam. Meskipun berasal dari negeri yang bukan merupakan pusat penyebaran agama Islam, namun dalam perkembangannya tata cara latihan dan pemilihan materi pelajarannya sangat dipengaruhi oleh aqidah Islam. Konon, pernah di suatu masa, orang yang boleh mempelajari beladiri ini harus hafal Al Quran dan minimal seribu hadits.
    Sejarah beladiri ini dapat diketahui dari kitab-kitab yang menjadi pedoman intern keluarga besar Thifan Pokhan, yaitu Kitab Zhodam yang berisi sejarah atau riwayat dan Kitab Thifan Pokhan sendiri yang memuat teknik-teknik beladiri. Keduanya diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu pada tahun 1920 dari bahasa aslinya, Urwun. Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya “Islam di Tiongkok”, orang Muslim pertama yang datang ke Tiongkok terjadi pada zaman pemerintahan Tai Tsung (627-650 Masehi), seorang kaisar kedua dari Dinasti T’ang. Dituliskan pula bahwa selama pemerintahan Tai Chong (kaisar kedua dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgaria, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Xin Jiang).
    Sampai pada suatu saat seorang bangsawan bernama Jen’an dari Suku Tayli yang pandai dalam ilmu Syara dan terkenal sebagai Ahund (ustadz atau guru) muda, menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu di samping berguru kepada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan Tayli, merekapun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan. Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran yaitu aliran Naimanka, Kraiddsyu, Suyi, Syirugrul, Namsuit, Bahroiy, Tae Fatan, Orluq serta Payuq, yang kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan.

    Jurus dan gerakan dasar Thifan Pokhan aliran Tsufuk ada sepuluh

    * Jurus Persiapan
    * Tingkat Dasar
    * Jurus Turaiyt
    * Jurus Bergulat
    * Tusyug (langkah)
    * Khimo
    * Jurus Konlut,
    * Fuen Lion
    * Tawgi Kotlu
    * Badur

    Seluruh gerakan itu diubah untuk melengkapi Shurul Khan. Selain ilmu tersebut, dalam materi pelajaran beladiri ini juga diajarkan ilmu Awasin Al Kay dari Arab, tusuk jarum dari Cina, tusuk saraf dari Persia, dan lain-lain. Juga permainan senjata seperti toya, Shourim, kungfu purba, permainan pedang Kurdi, permainan panah Mongol, permainan senjata Keway dari anak suku Wigu, serta ilmu Senzho yang merupakan gubahan berbagai suku.

    Inti materi latihan Tsufuk Thifan Pokhan dibagi menjadi enam bagian,
    * Sentai (senam)
    * Tawe (jurus)
    * Tusyug (langkah)
    * Sikla (pasangan)
    * Khimo (tipuan)
    * Teknik Pernapasan Binatang Buas

    Aliran Tsufuk ini muncul karena ketika Thifan masuk ke Indonesia sistem pengajarannya belum baku sebab penyebarannya masih terbatas. Nama “tsufuk” sendiri diambil dari nama hewan sejenis tikus yang sedang mengintai lawan. Jenis tikus yang mempunyai berat sekitar 9 kg ini hanya hidup di Siberia.

    Pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri yang hidup sekitar abad ke-16 didatangkan pelatih-pelatih beladiri dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam kisah raja-raja Lamuri / raja Pasai). Pada sekitar abad ke-18, Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah Tapanuli Selatan dan Minang, hingga ke Sumatera Bagian Timur dan Riau yang berpusat di Batang Uyun / Merbau. Kemudian sekitar tahun 1900-an ilmu ini dibawa oleh Tuanku Haji (Hang) Uding yang menyebarkannya ke daerah Betawi dan sekitarnya. Beladiri khas ini pun disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain. Sedangkan di luar pulau Jawa lainnya, ilmu beladiri ini disebarkan oleh pendekar-pendekar lainnya sampai ke Malaysia dan Thailand Selatan (Patani).

    Karena besarnya animo kaum Muslimin untuk mempelajari beladiri Thifan Pokhan, maka aliran Tsufuk membuat sistem pengajaran yang baku tanpa meninggalkan kaedah-kaedah Thifan Pokhan yang benar. Di Indonesia, beladiri ini tidak berafiliasi dengan beladiri lain yang terdaftar di KONI. Dalam tiga kali pertandingan ekshibisi intern, Thifan Pokhan menggunakan peraturan sendiri. Sebenarnya KONI telah menganjurkan agar Thifan berafiliasi dengan salah satu beladiri seperti Wushu atau Pencak Silat, namun karena alasan tekniknya berbeda dengan beladiri lain maka hingga sekarang hifan Pokhan masih berdiri sendiri. Aliran Tsufuk Thifan Pokhan juga mempunyai murid wanita yang berbeda baju seragam maupun jurus-jurusnya dan diberi nama Puteri Gading.

    Istilah-istilah :

    Shuku: Guru

    Suheng: kakak seperguruan sbg pelatih di suatu lanah (mirip sebutan Sabum di taekwondo)

    Syufu: Syufu Taesyukhan, aliran beladiri khusus muslim, sejenis kungfu, serumpun dgn Thifan Pokhan

    Lanah: Unit tempat latihan (asal kata dari Bhs Arab, lajnah – mirip sebutan Dojo di karate)

    Tamid: Murid Thifan dan Syufu taesyukhan

      • Askum,,,wr,wb
        salam sedulur,,,,,,,hehe

        Insyaallah,,, klo ado umur ,,,,,
        iya sedikit info ada satu perguruan kuntao di daerah kenten laut,,,,, ^^

  7. kuntau….ini merupakan beladiri yang sangat unik yang ada didaerah kami kalamantan selatan saya orang tabalong,,,,juga mempelajarinya…….kalau disini yang terkenal adalah beladiri kuntau bangkui…( bangkui = monyet yg sangat lincah yg ada di kalsel)jadi gerakanya meniru binatang monyet tersebut…..jurusnya menggunakan kuda2 rendah…cepat dan praktis…serta lincah…..dan mematikan…satu gerakan sangat bearti,,,,,sangat efesian menghadapi….banyak org……

    • Luar biasa, di Ogan Ilir- Sumatera Selatan saya sedang berupaya untuk menggugah silat ini. Saya sendiri dari Jawa namun berminat utk menghidupkan silat ini, utamanya di Ogan ilir, tempat tinggal saya sekarang ini. Salam silat indonesia!

  8. Terus semangat mas, kalau bukan kita siapa lagi ?!!
    Tekad saya sama dengan mas yaitu menyadarkan rekan2 di Muara Enim untuk terus melestarikan silat kuntau yang hampir pudar cahayanya dari bumi serasan sekundang…

    Tapi falsapah silat kuntau muara enim
    “Belum Tahu Belajar Tahu, Setelah Tahu Buang Tahu”
    Jadi bingung siapakah sebenarnya yang tahu ha ha

    Kapan2 mampir ke Muara Enim mas, biar gak nyasar cari gedung
    kesenian dayang rindu tanya tempat teater gending…

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s