Fenomena Pengobatan Gratis

Beberapa Rumah Sakit di Palembang tampak berjubel, demikian fenomena yg ada setelah Alex Nurdin Gubernur Sumsel menerapkan program pengobatan gratis utk Provinsinya. Dan semoga program ini terus berlanjut dan akan diikuti oleh provinsi2 lainnya. Demikian fenomena yg menggembirakan namun juga memprihatinkan, karena menunjukan selama ini sebenarnya banyak penduduk yg sakit namun tidak mampu berobat, walau tentu saja berjubelnya rumah sakit tesebut diantaranya terdapat bbrp orang yg sekedar ingin memanfaatkan fasilitas gratisan atau ingin tahu saja. Seperti pengalaman saya bbrp waktu yg lalu..
Di sebuah Masjid di wilayah PT Wachyuni Mandira Sumsel, tampak cukup banyak orang datang utk suatu acara pengobatan gratis yaitu ‘bekam’ adalah suatu tehnik pengobatan dgn sarana antara lain tusuk jarum. Program itu merupakan agenda kampanye sebuah parpol. Beberapa kawan pun mengajak saya..mumpung gratis katanya, atau hanya ingin tahu saja gimana rasanya bekam, padahal tidak ada masalah kesehatan padanya. Alhasil mereka berangkat tanpa saya..
Selepas acara seorang kawan menuturkan bahwa ia sempat mengalami keraguan karena melihat jarum tusuk yg digunakan tidak dibuang melainkan hanya dicuci, mungkin steril namun kebiasaan selama ini perlakuan di Medikal adalah langsung ganti/buang. Dan seorang kawan lain menuturkan: saya ditolak utk bekam dgn alasan ‘panuan’.. lagi pula saya malu karena pengobatan tsb dilakukan secara terbuka tanpa tutup atau kamar khusus sedangkan kulit saya bercorak batik alam (panu)!
Bbrp hari kemudian seorang kawan datang dan mengkisahkan:’..bekas tusukan jarum itu gatal sekali sampai bbrp hari, akhirnya saya suntik ke rumah sakit..’ Emang kamu sakit apa kok ikutan bekam?
‘Ya nggak sakit, cuman penasaran saja, ingin tahu saja gimana sih rasanya bekam..’
Oalah.. kang.. kang..¿¿ Bukan masalah metode medis, sunah, tradisional atau herbal, namun sebaiknya kita perlu mewaspadai profesionalisme pelayanan kesehatan.

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s